Cara mengatasi patah hati: Makna kehidupan adalah bagaimana orang tersebut mempelajari hidupnya
Table of Contents
Cara mengatasi patah hati adalah dengan menjalankan kehidupan yang baru
Dia adalah gadis pendendam dan saya adalah target yang rentan. Dia cerdas, idealis, sangat muda dan cantik. Saya tersadar bahwa saya seharusnya tidak bertemu dia.
Lima tahun lalu saya memberhentikan diri sebagai project manager pada suatu perusahaan pertambangan di Indonesia dan memutuskan untuk memulai hidup sederhana setelah hubungan saya dengan mantan calon tunangan saya berakhir gagal dan menyedihkan di pihak saya. Singkat cerita dia telah memilih untuk menikah dengan pria lain. Itu adalah masa-masa yang sulit dan berat bagi saya namun saya mencoba untuk tetap melanjutkan hidup dengan memulai kehidupan yang baru.Kehidupan baru saya adalah menjual bunga di tepi jalan utama di pusat kota dan menyisihkan 50% dari penghasilan saya untuk membantu para lansia mendapatkan makanan yang baik dan juga orang-orang yang kurang mampu lainnya.Hari-hari berjalan biasa-biasa saja, saya hidup seorang diri, mencukupi kebutuhan saya sendiri, mengurus segala keperluan hidup seorang diri, rutin menghadiri ibadah di gereja setiap hari minggu dan berhasil melupakannya.Saya juga tidak memiliki banyak teman sehingga saya dapat lebih fokus pada toko bunga yang saya kembangkan dengan sederhana, hingga Tuhan memberikan jalan hidup yang baik bagi saya dan saat ini saya memiliki beberapa cabang toko bunga yang tersebar di beberapa area di Jakarta dan cukup ternama.Pada suatu titik tertentu saya merasa bahwa sebenarnya saya sangat kesepian, lima tahun berjalan dengan hidup seorang diri dan saya benar-benar merasa terjebak di dalamnya. Saya tidak ada habisnya bergelut dengan pikiran yang menyiksa dan mengalami masalah insomnia, mimpi-mimpi saya dipenuhi dengan gangguan setan. Ketika malam mulai tiba saya tidak bisa mengusir apa pun yang menyebabkan mimpi buruk selalu datang mengganggu tidur.Jatuh cinta tidak pernah salah namun menjatuhkan hati sembarangan adalah kesalahan besar
Suatu hari saya mengisi jadwal untuk berjaga pada salah satu cabang toko bunga saya ketika salah satu staff tidak dapat masuk bekerja dikarenakan sakit, dan saya mendapati seorang gadis muda cantik membeli seikat bunga mawar merah. Kami berbincang banyak, dia tinggal tidak jauh dari toko bunga saya katanya, dia bekerja sebagai staff admin notariat. Dia sangat muda, cantik dan terlihat cerdas. Pembelian bunga itu saya berikan padanya tanpa berbayar alias saya berikan untuknya secara gratis, dan malamnya kami berkencan.Tanpa disadari saya ternyata membandingkan perempuan ini dengan mantan calon tunangan saya 5 tahun lalu dimana hubungan kami berakhir gagal, dan saya mendapati hati saya jatuh padanya.Kencan kami diawali dengan makan malam lalu menonton film dan berakhir dengan ajakan saya padanya untuk mampir ke apartment dimana saya tinggal. Saya tidak pernah yakin apakah kami berharap untuk tidur bersama ketika kami telah melewati makan malam dan seluruh kejadian malam itu dengan sangat baik, atau saya harus mengantarnya kembali pulang ketika hari sudah terlalu larut untuk menghantam jalanan dalam kegelapan.Menariknya adalah saya melihat dia memiliki ketertarikan pada saya, dan ternyata dia sangat tergoda untuk mengatakan “Ya” pada konteks bermalam.Hati dan pikiran terasa sangat tentram pada malam itu, saya memiliki seorang gadis cantik tidur bersama saya, seseorang untuk bersandar, seseorang untuk berbagi rasa tubuh, dan tentunya seseorang yang memberikan kesembuhan dari rasa kesepian dan insomnia. Teman tidur adalah dokter sekaligus obat terbaik!
“Kamu mau kemana? Bawa barang banyak banget?”
“Business trip sayang, aku lupa bilang ya? Ke Bandung nih dua hari”
“Oh okay, take care darling! Kapan pulang lagi?”
“Kayanya cuma dua hari sih disana”
Dia pergi berangkat, dan sayapun pergi keluar, melakukan aktivitas hidup saya, mengecek toko-toko bunga saya, membantu para lansia mendapatkan makanan yang baik dan juga orang-orang yang kurang mampu dijalanan seperti biasanya.Dua hari berlalu sudah terlewatkan dan dia tidak kembali ataupun memberi kabar, nomor telepon selalu berada diluar service area. Akhirnya saya mencoba menghubungi kantor dimana dia bekerja dan tidak mendapatkan informasi apapun. Seminggu setelahnya saya mendatangi kantor tempat dia bekerja dan ternyata dia sudah tidak lagi bekerja disana. Menyesal saya tidak pernah tahu dimana dia tinggal sebelum bersama saya dan saya tidak lagi mendengar kabar apapun darinya hingga detik itu.Saya mulai merasa gelisah, cemas dan khawatir mendapati diri saya menuju kegilaan memikirkannya setiap hari, setiap malam, setiap detik dan lebih sering lagi saya tidak tidur sama sekali dalam satu malam penuh. Apakah karena ajakan komitmen saya membuatnya merasa terusik? Saya disiksa dengan perasaan untuk terus mengingat malam itu dengan penuh penyesalan.Beberapa malam terlewati saya selalu teringat akan gambaran-gambaran kecil saat saya menutup mata melihat ketika dia datang ke apartment saya dan betapa indahnya hari-hari kami. Betapa manisnya seluruh tingkah laku kekanak-kanakannya ketika kami menghabiskan waktu bersama.Saya mulai sadar saya mungkin akan menuju gila!
