Private Investigator mengungkap kasus perselingkuhan Homoseksual

by Jessica Putri
0 comment

Kasus yang cukup unik yang pernah kami tangani adalah seorang wanita berusia 40 tahun dengan persoalan suaminya yang berusia sekitar 45 tahun. Sang istri menduga bahwa suaminya memiliki kelainan orientasi seksual karena belakangan seringkali menolak untuk melakukan hubungan intim dan sang istri memiliki kecurigaan dari bagaimana cara si suami buang angin.

Sebagian orang mungkin akan berpikir bahwa seorang homoseksual memiliki lubang anus yang lebih besar daripada seorang heteroseksual pada umumnya, karena hubugan seksual yang dilakukan oleh homoseksual antara satu pria dengan pria lainnya dilakukan melalui lubang anus atau juga kita tahu sebagai anal sex, sehingga bunyi letupan saat buang angin tersebut akan menjadi lebih besar dari laki-laki hetero pada umumnya, dan wanita ini, sang istri adalah salah satu dari mereka yang berpikir demikian, cukup masuk di akal walau alasan ini mungkin terbilang unik. Ya, kita ambil dan kita menangani kasusnya.

Klien tersebut menyewa kami untuk mengikuti suaminya pada malam yang katanya “ ia bekerja lembur”.  Benar saja ternyata sang suami meninggalkan kantor tepat waktu dan tidak lembur seperti apa yang disampaikan kepada istrinya, si suami pergi ke salah satu club bar di kawasan Sudirman, Jakarta disana sang suami ini bertemu dengan seorang pria muda, berusia sekitar 28 atau 30 tahun. Kami mengawasi dari jarak yang tidak begitu jauh dan tidak begitu dekat, setelah menenggak beberapa gelas minuman keras dan mereka mulai tipsy, mereka pergi ke mobil yang di parkir di area parkiran basement di club tersebut dan kami mendapatkan rekaman yang cukup memberatkan dengan kejadian mobil bergoyang di area parkiran.

Kami memberikan cuplikan rekaman dan melaporkan kepada klien yang segera menangis histeris dan tentunya melakukan pembayaran untuk kami.

Bagian paling menyedihkan dari kisah ini adalah kami memantau pergerakannya selama satu minggu terakhir dan dia bertemu dengan laki-laki itu selama empat kali dalam satu minggu. Setiap kali ia tertangkap basah dengan kelakuan mesumnya, bercinta di dalam mobil, berciuman di bar, di kantor dengan tirai jendela yang terbuka sehingga sangat tampak dari luar, seperti sudah saja akan hal tersebut ia tidak lagi peduli.

Setelah sekitar puluhan juta kami terima dari klien, saya bertemu dengan klien tersebut dan menjelaskan bahwa kami akan berhenti melakukan pemantauan dan pengawasan untuk kasus ini. Naluri saya mengatakan bahwa hal ini sangat kejam untuk terus membiarkan klien membayar kami untuk memperlihatkan rekaman suaminya yang sedang melakukan hubungan tak senonoh dengan laki-laki lain yang merupakan pasangan homoseksualnya.

Terkadang dalam beberapa kasus, naluri selalu datang memanggil sebagai konsultan hati terbaik dan bukan hanya masalah penggalian rupiah.

Setelah itu klien tidak pernah lagi berkomunikasi dengan kami, dan kami menemukan kabar bahwa perusahaan pailit dan kami tidak pernah melihatnya lagi. Saya harap semuanya baik-baik saja.

Leave a Comment