Detektif Swasta mengungkap Penipuan Kencan Online Tinder

by Jessica Putri
0 comment
detektif penipu kencan online tinder

Detektif ungkap Penipu Kencan Online Tinder

Beragam keanehan kasus seringkali datang kepada Eye Detective. Kali ini saya, Jessica mendapatkan tugas mengenai kasus pencarian latar belakang dari target yang merupakan kekasih dari klien yang ditemuinya melalui aplikasi kencan online. Mari kita ambil situasi umum diantara kedua belah pihak pada kencan di bulan-bulan pertama, situasi yang menyebabkan penuh kecemasan dan kekhawatiran bagi kedua belah pihak, “Apakah hubungan ini akan terus berlanjut?”, “Apakah dia akan menikah dengan saya?”, “Apakah dia memiliki pria idaman lain?” namun saya rasa seluruh kecemasan kali ini hanya datang pada satu pihak yaitu klien kami.

Klien kami merupakan seorang laki-laki yang adalah pengusaha property yang terbilang cukup sukses dan memiliki nama besar di Indonesia. Ia bertemu perempuan ini melalui aplikasi kencan online yang bernama Tinder. Dari awal match klien kami sudah sangat mengidam-idamkan perempuan ini, secara fisik dan profil yang tercantum pada biografi si perempuan, klien kami merasa perempuan ini sangat relevan dengan profil dirinya, kemudian dari intensitas pendekatan yang semakin dalam, hari demi hari, dan minggu demi minggu akhirnya mereka pun berpacaran, mereka memutuskan untuk menjalin komitmen-online.

“Apa bapak sudah pernah bertemu dengan perempuan ini?” tanya saya.

“Belum”

“Apa bapak sudah pernah video call dengan perempuan ini?” tanya saya lagi.

“Belum”

“Apa bapak setidaknya sudah pernah voice call dengan perempuan ini?” lagi lagi saya tanya.

“Belum” jawabnya, “dan saya telah memberikan apapun yang dia inginkan selama empat bulan terakhir ini, transfer dana melalui Go-pay saya sudah habis kurang lebih 25 juta”, dia menambahkan.

Wow! Sungguh fantastis dan tolol! Bagaimana mungkin anda bisa mengucurkan dana yang cukup besar kepada orang yang bahkan belum pernah anda temui sama sekali? Dapat saya katakan bahwa perempuan ini sangat cerdas dalam memperlakukan klien kami dan bermain perasaan pada situasi dan kondisi virtual hingga membuat klien kami jatuh cinta. I give you four thumbs up girl! Baiklah, saya sudah cukup paham apa yang diinginkan oleh klien kami. Ia ingin menemui perempuan ini, sungguh alasan yang sangat masuk akal!

Mencari target hingga ke Rumah Sakit Bersalin

Saya mengumpulkan seluruh data dasar yang diberikan oleh klien, dari foto target, nomor telepon, akun profil Tinder, hingga akun Go-pay dimana klien kami sering mengucurkan dana kesana. Data yang tertampung sudah dirasa cukup oleh saya untuk menemukan si bangsat ini, dan dengan bantuan dari analysis team cyber security Eye Detective saya mendapatkan lokasi dimana perempuan dalam foto profil Tinder ini berada, dia berada di area Timur Jakarta, saya melakukan penelusuran ke area tersebut dan sebagai mahasiswi pascasarjana jurusan komunikasi saya melakukan pendekatan komunikasi berdasarkan Theory of Communication Competence yang  digagas  oleh Brian Spitzberg   dan   Wiliam   Cupach yang terdiri dari keterampilan, pengetahuan dan motivasi sebagai syarat  dari  seorang  komunikator  yang  baik, menurut   para   informan  hal ini juga   merupakan parameter   dari   seseorang yang   dikatakan punya kompetensi dalam komunikasi. Ok, saya melakukan wawancara dengan beberapa warga setempat dan mengambil beberapa sample informan hingga akhirnya saya mendapati alamat kediaman rumahnya, rumahnya cukup besar dan rumah itu memiliki banyak karyawan, ternyata ini adalah rumah-kantor-sekaligus pabrik.

Saya menanyakan kepada salah seorang karyawan dirumah itu dan saya mendapatkan informasi bahwa (1) perempuan dalam foto tersebut merupakan anak dari boss mereka yang adalah pemilik rumah dan pemilik usaha (2) perempuan dalam foto tersebut sudah menikah dan sedang akan melahirkan (3) perempuan tersebut pada saat ini sedang berada di RS *** untuk persiapan melahirkan. Oh wow? Really? Saya rasa 10 menit lalu klien baru saja menginformasikan pada saya bahwa dia sedang ber-texting ria dan mengatakan bahwa si perempuan sedang makan siang. Kejanggalan mulai muncul, saya segera menuju lokasi rumah sakit, menanyakan tentang keberadaan perempuan dalam profil tersebut dengan nama asli *** beserta dengan keadaannya “Ada mbak, sedang pembukaan 3 di ruang ***, di lantai 3 ya” jawab suster yang berjaga. Saya segera naik ke lantai 3 dan perempuan tersebut sedang terbaring diranjang rumah sakit dengan fase pembukaan 3 dan siap untuk mengeluarkan seorang bayi mungil ke dunia ini yang mungkin beberapa jam lagi akan merengek kencang menghiasi suasana kebisingan Jakarta Raya. Kesimpulan yang saya dapat adalah berarti selama ini yang dikencani oleh Klien kami bukanlah perempuan ini. Bajingan memang! Scamming nih!

Saya langsung menghubungi Klien, dan Klien langsung menuju lokasi RS ***, dengan sopan santun dan kerendahan hati, serta tidak tahu diri, Klien menghampiri perempuan tersebut yang sedang berbaring diranjang RS bersiap untuk pembukaan 4 ditemani oleh ibunya, dan Klien kami menceritakan seluruh kisahnya yang memalukan ketika perempuan tersebut akan melahirkan bayi mungilnya hanya dalam beberapa jam lagi.

Baiklah mari lupakan sejenak moment canggung tersebut, benang merah yang ditarik adalah bahwa perempuan ini memang kerapkali disalahgunakan fotonya oleh oknum-oknum tidak bertangung jawab yang mengataskan profilnya, bahkan laki-laki yang menjadi suaminya saat ini dimana ia akan melahirkan anak dari laki-laki itu, juga merupakan korban dari scamming semacam itu, lalu suaminya tersebut mencari tahu dimana keberadaan dirinya, dan akhirnya mereka saling jatuh cinta dan kemudian menikah. Sungguh kisah cinta yang sangat UNIQUE!

Tugas saya selesai sampai disini.

Penipu Kencan Online Tinder ternyata seorang banci

Beberapa hari setelahnya tim data analysis Eye Detective dan Klien menghubungi saya, memberi tahu bahwa pelaku sebenarnya telah ditemukan dan merupakan seorang laki-laki banci. Kisah investigasi saya ini juga pernah dimuat dalam wawancara saya bersama DetikX dan menjadi kisah investigasi yang sangat menarik pada tahun itu.

Related Posts

Leave a Comment