Istilah jejak digital semakin ramai dibicarakan oleh netizen. Sepertinya mulai banyak orang yang sadar bahwa aktivitas yang mereka lakukan di internet ternyata tanpa sadar tersimpan dan rawan digunakan oleh orang lain.
Sebagai detektif swasta yang sering mengurusi perkara data dan bukti, kami ingin berbagi sedikit informasi mengenai pengertian jejak digital, jenis-jenis, hingga manfaat dan risikonya.
Anda mungkin butuh waktu beberapa menit untuk menyimak semuanya sampai selesai, tapi percayalah sebagai netizen Anda akan semakin sadar mengenai pentingnya menjaga jejak digital tetap rapi dan tidak tersebar kemana-mana.
Apa Itu Jejak Digital?
Table of Contents
Istilah yang cukup unik, jejak digital sendiri merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan bekas atau sisa-sisa data dan informasi seseorang di dunia maya.
Kita pakai analogi saja, saat kalian menginjak tanah berpasir pasti akan ada jejak kaki yang tercetak bukan? Nah, kemungkinanan besar tanda tersebut akan diketahui oleh orang lain. Lebih kurang konsep yang sama bisa diterapkan pada dunia digital.

Bahkan kalau dipahami jejak digital ini jauh lebih mudah diketahui, informasinya terang-terangan bahkan orang yang bukan penyidik bisa mengetahui data ini secara jelas.
Contoh saja, Anda posting foto di Facebook di depan rumah kebetulan ada plang alamat rumah, kualitas gambarnya sangat jelas tidak blur. Orang yang melihat postingan Anda bisa langsung tahu alamat domisili Anda, bagi sebagian orang hal ini adalah persoalan yang serius karena rawan disalahgunakan.
Misalnya ada paket COD yang dikirimkan ke alamat Anda, padahal tidak seorangpun di rumah Anda yang memesan produk tersebut.
Jenis-Jenis Jejak Digital, Baru Tahu Ternyata Ada Dua
Persoalan ini memang sering dibicarakan, tetapi anehnya sedikit yang tahu bahwa jejak digital ternyata di bagi lagi menjadi dua yakni aktif dan pasif.
Jejak digital aktif adalah informasi yang dibagikan secara sadar oleh pengguna mengenai data mereka sendiri, tidak masalah informasi apapun baik itu nama informasi data diri, aktivitas terbaru, postingan di medsos.
Di satu sisi, ada juga jejak digital pasif yang mempunyai pengertian informasi dan data yang dikumpulkan oleh pihak tertentu mengenai diri Anda tanpa sepengetahuan user atau terjadi secara otomatis. Contohnya alamat IP, riwayat history browser, dan lain-lain.
Apakah kalian pernah mengunjungi website yang menampilkan pop up “Cookie?” , itu juga merupakan salah satu metode pengumpulan jejak di dunia internet.
Dalam beberapa kasus pengguna bisa menentukan sendiri apa saja informasi yang akan dibagikan kepada website tersebut, tapi terkadang secara otomatis informasi dan data Anda akan dikumpulkan secara menyeluruh untuk menyempurnakan pengalaman pengguna.
Usahakan untuk membaca dulu syarat dan ketentuan sebelum menyetujui pengumpulan data, ya.
Kegunaan Jejak Digital Mulai Dari Rekrutmen Hingga Kredibilitas Seseorang
Positif atau negatif penggunaan jejak digital sepenuhnya tergantung pada orang yang mengetahui data tersebut. Berikut ini beberapa gambaran umum mengenai kegunaan hal ini untuk beberapa keperluan yang kompleks.
1. Mengetahui Kelayakan Calon Rekrutmen Kerja
Pada tahap pre-employment screening tenaga profesional akan mengecek seberapa layak calon karyawan tersebut untuk diterima kerja. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan menelusuri secara penuh jejak digital dari calon rekrutmen.
Ini akan sangat membantu apakah orang yang bersangkutan pernah terlibat kasus pemalsuan identitas, penipuan, atau kasus lainnya.
2. Menentukan Reputasi Seseorang
Sebelum bekerjasama dengan mitra bisnis, tentunya Anda ingin mengetahui seberapa kredibel orang tersebut dan rekam jejaknya. Apabila tidak mengecek reputasi calon mi, ini akan membuat usaha Anda rawan dicurangi oleh pebisnis licik yang ingin mengambil keuntungan tersembunyi dari Anda. Tentunya ini sangatlah merugikan.
Penyalahgunaan Jejak Digital
Selain mempunyai manfaat yang cukup membantu untuk mengecek kredibilitas dan reputasi seseorang, jejak digital juga sangat mudah untuk dijadikan alat kejahatan siber.
Anda mungkin pernah mendengar istilah phising dan scamming, sebuah cara yang dilakukan untuk memikat pengguna untuk mengklik email atau membuka link tertentu yang sudah disiapkan untuk mengambil kata sandi, informasi pribadi, dan lain sebagainya.
Ingat, bahkan nomor telepon sekalipun rawan disalahgunakan. Anda akan menjadi target SMS penipun, promosi bisnis yang tidak jelas, dan berbagai hal merepotkan lainnya.
Apakah Benar Detektif Swasta Mengumpulkan Jejak Digital?
Benar, secara umum profesi detektif swasta pasti mengharuskan seseorang untuk bisa mengumpulkan data sebaik-baiknya dari berbagai media baik itu online atau offfline. Namun, informasi tersebut tentunya tidak langsung dijadikan sebagai bagian bukti dari kasus sebelum dilakukan analisis mendalam.
Namun, hal yang harus diingat adalah detektif swasta tetap bekerja tanpa menyalahi aturan hukum yang berlaku. Hal ini berarti tidak ada pengambilan informasi atau data secara paksa dari pihak manapun.
Hal yang jauh lebih rumit lagi adalah menelusuri jejak target yang diawasi di dunia nyata. Tidak semua orang dapat melakukan hal ini karena dibutuhkan keahlian dan skill yang mumpuni.
Untuk mendapatkan layanan ini Anda bisa menggunakan layanan detektif swasta yang terkenal seperti Penyidik Jessica Private Investigator profesional di Jakarta. Kami siap memberikan pelayanan terbaik yang Anda butuhkan untuk penelusuran lebih mendalam mengenai target.

